This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 24 Mei 2017

Penilaian dan Hasil Koreksi Siswa


A. Tabel Penilaian

NO
NAMA
DISKUSI
QUIS
TUGAS
NILAI RATA2
1
 Elsy Monica Dewi
10
10
10
10
2
 Nova Arma Reski
10
8
8
8,7
3
 Novani Kurniaty
10
10
10
10
4
 Anisa Puspita Sari
10
8
10
9,3
5
 Robi
10
10
10
10
6
Silmi Aulia Wardah
10
10
10
10
7
Vini Gentari Febriani
10
8
10
9.3
    











B. Bukti Koreksi Quiz

1. Elsy Monica Dewi    


2 .  Vini Gentari


3. Silmi Aulia Wardah



4. Anisa Puspita Sari



5. Robi



6. Nova Arma Reski



7. Novani Kurniaty




C. Bukti Koreksi Tugas


1. Nova Arma Reski



2. Novani Kurniaty



3. Elsy Monica Dewi



4. Anisa Puspita Sari



5. Vini Gentari



6. Silmi Aulia Wardah



7. Robi

Jumat, 19 Mei 2017

Absensi Siswa

ABSENSI SISWA



No.Absen
Nama Siswa
Kehadiran
01
Elsy Monica Dewi
02
Nova Arma Reski
03
Novani Kurniaty
04
Anisa Puspita Sari
05
Robi
06
Silmi Aulia Wardah
07
Vini Gentari Febriani


Selasa, 16 Mei 2017

Quiz Siswa

1 . Kesetimbangan suatu reaksi akan tercapati apabila dalam reaksi ....

A. Telah dihasilkan produk
B. Secara makroskopis jumlah mol pereaksi sama dengan jumlah mol hasil
C. Konsentrasi zat pereaksi sama dengan konsentrasi produk
D. Laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri
E. Volume dan tekanan pereaksi sama dengan produk

2. Dari data di bawah ini
1.Konsentrasi
2. Tekanan dan volume
3. Suhu
4. Katalis
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergeseran kesetimbangan reaksi ditunjukkan oleh ….
A. Semua benar
B. 2, 3, dan 4
C. 1, 2, dan 4
D. 1, 3, dan 4
E. 1, 2, dan 3

3. Laju reaksi 2P + 3Q2 http://sesa.jw.lt/symbol/rightarrow.gifP2Q3 dapat dinyatakan sebagai ........
A. penambahan konsentrasi P, Q2 dan PO3 tiap satuan waktu
B. penambahan konsentrasi P tiap satuan waktu
C. penambahan konsentrasi Q2 tiap satuan waktu
D. penambahan konsentrasi PQ3 tiap satuan waktu
E. penambahan konsentrasi P dan O2 tiap satuan waktu

4. Bila tekanan diperbesar, maka kesetimbangan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil (produk).
Data percobaan reaksi kesetimbangan 2SO2(g) + O2  2SO3(g)
Volume
Konsentrasi pada kesetimbangan
SO2
O2
SO3
1L
1L
1L
0,4 mol L-1
0,7 mol L-1
0,6 mol L-1
Besarnya tetapan kesetimbangan (Kc) pada 25oC (mol L-1) adalah ….
A. (0,4)2/((0,6)(0,7))
B. (0,6)2/((0,4)(0,7))
C. (0,6)/((0,4)(0,7))
D. (0,7)2/((0,6)2(0,7))
E. (0,7)2/((0,6)(0,4))
5. Dalam wadah 1 L, dicampurkan sebanyak 4 mol gas NO dan 0,9 mol gas CO2 dan terjadi kesetimbangan
NO(g) + CO2(g) NO2(g) + CO(g)
Jika pada saat kesetimbangan terdapat 0,1 mol gas CO2, maka nilai Kc reaksi tersebut adalah ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 8

Tugas Siswa

                  1..   Apakah yang dimaksud dengan laju reaksi bila dikaitkan dengan
a.  Keadaan zat reaktan ?
b.  Keadaan zat hasil reaksi ?
       2.   Jika terdapat reaksi :
     A (g) + 2B (g) à AB2 (g)
Tuliskan rumus laju reaksi (v) yang mungkin !
    3. Dalam volum 10 L pada suhu tertentu, 0,2 mol gas N2O4 terurai sehingga menjadi gas NO dan gas O2 menurut reaksi :
     N2O(g) à 2NO (g) + O(g)
Jika dalam waktu 5 detik dalam ruang tersebut terbentuk 0,4 mol gas NO, tentukan laju reaksi dari persamaan diatas !
 4. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi !
 5. Pada suhu 300 C, reaksi :
    A (g) + B (g) à C (g) memiliki laju reaksi 3 M/detik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa setiap kenaikan 200 C, laju reaksi menjadi 3 kali lebih cepat. Tentukan laju reaksi pada suhu:
a.  500 C
b.  900 C

Materi Pembelajaran : Laju Reaksi

Materi Pembelajaran : Laju Reaksi
Pada pembelajaran laju reaksi ini menurut kurikulum setelah mempelajari laju reaksi siswa diharapkan memahami pengertian laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan,memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju reaksi dan orde reaksi serta terapannya dalam kehidupan sehari-hari .
Menurut Muchtaridi (2010: 71-72) laju reaksi adalah laju berkurangnya jumlah konsentrasi pereaksi untuk setiap satuan waktu atau laju bertambahnya jumlah konsentrasi hasil reaksi untuk setiap satuan waktu.
Dinyatakan dengan satuan molaritas per detik (M / detik atau mol / L.detik).
Misalnya pada reaksi: A → B
Maka:
Laju reaksi (v) = -  atau v = +
Keterangan:
Tanda (-) pada ∆[A] menunjukkan bahwa konsentrasi zat A berkurang, sedangkan tanda (+) pada ∆[B] menunjukkan bahwa konsentrasi zat B bertambah.
Secara umum dapat digambarkan:
grafik laju.jpg
Laju reaksi rata-rata adalah laju reaksi untuk selang waktu tertentu t.
Pengurangan zat pereaksi
v = - 
Penambahan zat produk reaksi
v = +
Laju reaksi sesaat adalah laju reaksi pada waktu t.
Pengurangan zat pereaksi
v = - 
Penambahan zat produk reaksi
v = + 

Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan yang efektif antarapartikel-partikel  zat yang bereaksi.
Tumbukan efektif adalah tumbukan yang mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi  (bereaksi).
Contoh : tumbukan yang menghasilkan  reaksi dan tumbukan yang tidak menghasilkan reaksi : H(g) + I2(g)  →  2HI(g)






  Tumbukan antara molekul hidrogen (A) dengan iodin (B) dan membentuk molekul  HI(AB).

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah:
                           a.     Konsentrasi
Larutan dengan konsentrasi yang besar (pekat) mengandung partikel yang lebih rapat, jika dibandingkan dengan larutan encer. Semakin tinggi konsentrasi berarti semakin banyak molekul-molekul dalam setiap satuan luas ruangan, akibatnya tumbukan antar molekul makin sering terjadi dan reaksi berlangsung semakin cepat.
                           b.     Suhu
Setiap partikel selalu bergerak.Dengan naiknya suhu, energi gerak (kinetik) partikel ikut meningkat sehingga makin banyak partikel yang memiliki energi kinetik di atas harga energi aktivasi (Ea).
Harga tetapan laju reaksi (k) akan berubah jika suhunya berubah. Berdasarkan hasil percobaan, laju reaksi akan menjadi 2 kali lebih besar untuk setiap kenaikan suhu 10oC.
                            c.     Luas Permukaan Bidang Sentuh
Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Pada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan berlangsung pada bagian permukaan zat.Padatan berbentuk serbuk halus memiliki luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar daripada padatan berbentuk lempeng atau butiran.Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat.
                           d.     KatalisatorKatalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea). Katalisis adalah peristiwa peningkatan laju reaksi sebagai akibat penambahan suatu katalis. Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi reaksi, tetapi ia tidak mempengaruhi perbedaan energi antara produk dan pereaksi. Dengan kata lain, penggunaan katalis tidak akan mengubah entalpi reaksi.

Tabel 2.
Hubungan faktor-faktor yang mempercepat laju reaksi dengan teori tumbukan
Fakta
Uraian Teori
Peningkatan konsentrasi pereaksi dapat mempercepat laju reaksi.
Peningkatan konsentrasi berarti jumlah partikel akan bertambah pada volume tersebut dan menyebabkan tumbukan antar partikel lebih sering terjadi. Banyaknya tumbukan memungkinkan tumbukan yang berhasil akan bertambah sehingga laju reaksi meningkat.
Peningkatan suhu dapat mempercepat laju reaksi.
Suhu suatu sistem adalah ukuran dari rata-rata energi kinetik dari partikel-partikel pada sistem tersebut. Jika suhu naik maka energi kinetik partikel-partikel akan bertambah, sehingga kemungkinan terjadi tumbukan yang berhasil akan bertambah dan laju reaksi meningkat.
Penambahan luas permukaan bidang sentuh akan mempercepat laju reaksi.
Makin besar luas permukaan, menyebabkan tumbukan makin banyak, karena makin banyak bagian permukaan yang bersentuhan sehingga laju reaksi makin cepat.
Katalis dapat mempercepat reaksi.
Katalis dapat menurunkan energi aktivasi (Ea), sehingga dengan energi yang sama jumlah tumbukan yang berhasil lebih banyak sehingga laju reaksi makin cepat.
Sumber: Lewis, Thinking Chemistry