Materi Pembelajaran : Laju Reaksi
Pada pembelajaran laju reaksi ini menurut kurikulum setelah mempelajari laju reaksi siswa diharapkan memahami pengertian laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan,memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju reaksi dan orde reaksi serta terapannya dalam kehidupan sehari-hari .
Menurut Muchtaridi (2010: 71-72) laju reaksi adalah laju berkurangnya jumlah konsentrasi pereaksi untuk setiap satuan waktu atau laju bertambahnya jumlah konsentrasi hasil reaksi untuk setiap satuan waktu.
Dinyatakan dengan satuan molaritas per detik (M / detik atau mol / L.detik).
Misalnya pada reaksi: A → B
Maka:
Laju reaksi (v) = -
atau v = +
Keterangan:
Tanda (-) pada ∆[A] menunjukkan bahwa konsentrasi zat A berkurang, sedangkan tanda (+) pada ∆[B] menunjukkan bahwa konsentrasi zat B bertambah.
Secara umum dapat digambarkan:
Laju reaksi rata-rata adalah laju reaksi untuk selang waktu tertentu ∆t.
Pengurangan zat pereaksi
v = - 
Penambahan zat produk reaksi
v = +
Laju reaksi sesaat adalah laju reaksi pada waktu t.
Pengurangan zat pereaksi
v = - 
Penambahan zat produk reaksi
v = + 
Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan yang efektif antarapartikel-partikel zat yang bereaksi.
Tumbukan efektif adalah tumbukan yang mempunyai energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang bereaksi (bereaksi).
Contoh : tumbukan yang menghasilkan reaksi dan tumbukan yang tidak menghasilkan reaksi : H2 (g) + I2(g) → 2HI(g)
Tumbukan antara molekul hidrogen (A) dengan iodin (B) dan membentuk molekul HI(AB).
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah:
a. Konsentrasi
Larutan dengan konsentrasi yang besar (pekat) mengandung partikel yang lebih rapat, jika dibandingkan dengan larutan encer. Semakin tinggi konsentrasi berarti semakin banyak molekul-molekul dalam setiap satuan luas ruangan, akibatnya tumbukan antar molekul makin sering terjadi dan reaksi berlangsung semakin cepat.
b. Suhu
Setiap partikel selalu bergerak.Dengan naiknya suhu, energi gerak (kinetik) partikel ikut meningkat sehingga makin banyak partikel yang memiliki energi kinetik di atas harga energi aktivasi (Ea).
Harga tetapan laju reaksi (k) akan berubah jika suhunya berubah. Berdasarkan hasil percobaan, laju reaksi akan menjadi 2 kali lebih besar untuk setiap kenaikan suhu 10oC.
c. Luas Permukaan Bidang Sentuh
Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Pada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan berlangsung pada bagian permukaan zat.Padatan berbentuk serbuk halus memiliki luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar daripada padatan berbentuk lempeng atau butiran.Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat.
d. KatalisatorKatalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea). Katalisis adalah peristiwa peningkatan laju reaksi sebagai akibat penambahan suatu katalis. Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi reaksi, tetapi ia tidak mempengaruhi perbedaan energi antara produk dan pereaksi. Dengan kata lain, penggunaan katalis tidak akan mengubah entalpi reaksi.
Tabel 2.
Hubungan faktor-faktor yang mempercepat laju reaksi dengan teori tumbukan
Fakta
|
Uraian Teori
|
Peningkatan konsentrasi pereaksi dapat mempercepat laju reaksi.
|
Peningkatan konsentrasi berarti jumlah partikel akan bertambah pada volume tersebut dan menyebabkan tumbukan antar partikel lebih sering terjadi. Banyaknya tumbukan memungkinkan tumbukan yang berhasil akan bertambah sehingga laju reaksi meningkat.
|
Peningkatan suhu dapat mempercepat laju reaksi.
|
Suhu suatu sistem adalah ukuran dari rata-rata energi kinetik dari partikel-partikel pada sistem tersebut. Jika suhu naik maka energi kinetik partikel-partikel akan bertambah, sehingga kemungkinan terjadi tumbukan yang berhasil akan bertambah dan laju reaksi meningkat.
|
Penambahan luas permukaan bidang sentuh akan mempercepat laju reaksi.
|
Makin besar luas permukaan, menyebabkan tumbukan makin banyak, karena makin banyak bagian permukaan yang bersentuhan sehingga laju reaksi makin cepat.
|
Katalis dapat mempercepat reaksi.
|
Katalis dapat menurunkan energi aktivasi (Ea), sehingga dengan energi yang sama jumlah tumbukan yang berhasil lebih banyak sehingga laju reaksi makin cepat.
|
Sumber: Lewis, Thinking Chemistry
|